_MG_1984-01_1

Sunset di Dermaga Tanjung Keluang, Kotawaringin Barat, Kalimantan Tengah

Tanjung Keluang, sebuah tempat wisata sekaligus wilayah konservasi penangkaran penyu yang ada di Kabupaten Kotawaringin Barat, Kalimantan Tengah. Tempat ini hampir menjadi langganan bagi kami (SMP Tunas Agro, Seruyan) untuk wisata konservasi, mengenalkan kepada anak didik untuk lebih mengenal tentang dunia luar sehingga kelak dia akan menghargai alam sekitarnya.

Sudah kesekian kalinya saya menginjakkan kaki di tempat ini. Hal yang selama ini membuat saya penasaran adalah konon katanya sunrise dan sunset di tempat ini begitu indah. Tidak setiap orang beruntung mendapatkannya. Dan ini benar adanya, semenjak kunjungan kami yang dulu-dulu, tidak pernah mendapatkan sunrise apalagi sunset yang menakjubkan. Akhirnya baru kali ini, moment itu saya dapatkan setelah sekian kalinya kesana.

Read the rest of this entry »

Advertisements
_MG_6335a

Farmhouse Bandung

Ketika orang mendengar kata Bandung, pasti akan terbesit dalam benaknya akan kuliner, fashion, tempat wisata, dan lain sebagainya. Akupun juga demikian, makanya ada kesempatan untuk menyambanginya, gak akan aku sia-siakan. List tempat wisata-pun telah disusun dengan rapi, namun akhirnya tidak semua dapat “terjamah” karena keterbatasan hari di Bandung.

Orang selalu bilang bahwa Bandung itu sebelas-duabelas sama dengan Jakarta, yaitu macetnya, terlebih lagi pas weekend dan liburan. Oleh sebab itu, saya mencoba untuk “menjamah” Bandung ketika masih puasa, tepatnya di akhir bulan puasa. Sebagai muslim (meski belum bisa dikatakan muslim yang baik, karena sampai sekarang masih belajar, gak tau kapan lulusnya…hehehehe), kewajiban untuk mejalankan ibadah puasa tetap dijalankan. Puasa bukan alasan saya bermalas-malasan apalagi mencoba mengunjungi tempat wisata yang baru buat saya.

Aaaaaah… Kelamaan, mending langsung saja.

First Day (Sorri bro, sok inggris, karena dulu gak pernah lulus ujian inggrisnya…. hehehhe). Read the rest of this entry »

image

Maro, seorang anak kecil yg berusia 12 tahun dan masih belajar di tingkat SD bersama ayahnya merencanakan perjalanan ke puncak tertinggi di dunia yaitu gunung everest (8.484m). Sang ayah yang notabene adalah seorang pendaki gunung, berencana mengajak anaknya yang masih kecil untuk mendaki atap dunia. Segala persiapan mereka lakukan demi mencapai puncak tertinggi dunia tersebut.
Perjalanan mereka pun dimulai. Mereka terbang menuju Khatmandu. Dari sini kenakalan ayah-anak mulai muncul. Bagaimana ayah maro yang tengah dinanti oleh para sherpa (semacam porter bagi orang yang naik gunung) karena ayah Maro yang masih berhutang kepada mereka dari perjalanannya yang dulu sampai bagimana mendapatkan harga hotel yang sedikit lebih miring dari harga sebenarnya. Akhirnya ayah Maro mencari alasan buat lari dari para sherpa tersebut. Dan akhirnya mereka mampu meloloskan diri dan pergi menuju sebuah hotel.
Sebelum naik ke puncak, mereka berbelanja kebutuhan-kebutuhan yang mereka perlukan selama perjalanan menuju puncak everest, termasuk mencari sherpa yang bersedia menemani petualangannya. Akhirnya mereka menemukan sherpa yang bernama Phassang. Akhirnya setelah persiapan lengkap, mereka bersiap untuk naik ke puncak dengan anggota baru yaitu Angmaya ( anak sherpa Phassang).
Dengan gaya yang sok jagoannya, Maro berusaha mengambil perhatian dari Angmaya selama perjalanan menuju puncak. Sampai akhirnya, karena disebabkan penyakit yang timbul karena ketinggian, Angmaya tidak bisa melanjutkan perjalanan dan harus kembali ke khatmandu guna mendapatkan perawatan lebih lanjut disertai oleh ayahnya sherpa Phassang. Sisa waktu yang ada, digunakan oleh Maro dan Ayahnya untuk mencapai tujuan mereka sampai puncak atap dunia yakni everest. Meskipun selama dalam perjalanan mereka harus berjuang dengan kondisi alam yang berubah-ubah sampai pada peristiwa badai salju yang melanda. Akhirnya perjuangan mereka tidak sia-sia, meskipun harus berjuang melawan ganasnya alam dan ketinggian, Maro anak usia 12 tahun beserta ayahnya mampu menjejakkan kaki di puncak tertinggi dunia yang dikenal dengan atapnya dunia yaitu Everest.
Cerita ini meski ditampilkan dalam sebuah komik, akan tetapi memberikan pengetahuan yang luas kepada pembacanya, apa itu everest? bagaimana kondisi alam disana? Perbekalan apa saja yang harus disiapkan? Cara2 yang harus dilakukan jika mendapatkan badai salju? Peralatan apa saja yang harus disiapkan? Dan berbagai macam penyakit yang ditimbulkan karena ketinggian.
Sebuah buku yang menarik untuk dibaca, ringan, bisa dibaca oleh siapapun dari kalangan manapun yang mampu memberikan informasi ilmiah dari alam yang bernama everest.

Tetep melangkah menatap masa depan yang lebih baik lagi.
Masa lalu jadikan sebagai pembelajaran di masa yang akan datang.
Berdamai dengan masa lalu adalah sebuah keputusan untuk kedamaian hati di masa sekarang dan masa depan.
Masa lalu hanya sebuah sejarah dan masa depan adalah tantangan dalam hidup kita.
“This is my quote”

View on Path

Hari ini

November 2018
M T W T F S S
« Aug    
 1234
567891011
12131415161718
19202122232425
2627282930  

Teman Sharing

  1. Panji Irfan,S.Pd (Guru Bahasa Indonesia)
  2. M.Iman Firmansyah,S.Pd (Guru IPA-Fisika)
  3. Nurul E. Aprianti (Guru Bahasa Indonesia)
  4. Slamet Hidayat,S.Or (Guru Olah Raga)
  5. Agus Maryanto, S.Pd (Guru IPS)
  6. Trully S. Damayanti (Guru IPA-Biologi)
  7. Nurchakiki (Guru BK)
  8. Herman Nurjaman (Guru Seni)
  9. Nopiar Rahman (Ka.Perpus)

Kumpulan Tulisan

Apresiasi Tulisan

Kategori Tulisan

Advertisements